Laman

Kamis, 29 Agustus 2013

Bagi sebagian dinasaurus#

Bagi sebagian dinasaurus, MUNGKIN, hidup adalah keterpaksaan. Terpaksa belajar untuk ulangan besok. Terpaksa mengerjakan tugas demi mendapatkan nilai yang baik di rapor. Terpaksa mencuci piring atau memasak karena telah disuruh berulang kali. Terpaksa bangun pagi agar tidak terlambat kesekolah. Terpaksa tersenyum & berpura-pura baik karena ada maunya. Dialah si tynosaurus.

Bagi sebagian dinasaurus, MUNGKIN, hidup adalah balas dendam. Berkeliaran sepanjang hari untuk membalaskan kesendiriannya dirumah di masa yang silam. Minum-minuman yang dingin untuk membalaskan dahaganya yang tidak bisa terpenuhi di masa lalu karena sakit. Tidak pernah masuk kuliah untuk membalaskan sikapnya yang rajin ketika masih sekolah dulu. Dialah dynosaurus.

Bagi sebagian dinasaurus, MUNGKIN, hidup adalah penyesalan. Menyesal karena pindah sekolah yang menyebabkan dirinya menjadi kurang pergaulan tanpa teman. Menyesal karena dulu tidak bisa masuk sekolah kejuruan. Menyesal karena ketika kuliah tidak masuk fakultas teknik. Menyesal karena menghabiskan masa produktifnya kuliah dengan pacaran yang membuatnya terpuruk. Menyesal karena saat ini dia tidak memiliki mimpi yang kuat yang membuatnya tak bisa maju ke depan. Dialah amynosaurus.

Bagi sebagian dinasaurus, MUNGKIN, hidup adalah kepura-puraan. Berlagak sok kuat dihadapan suaminya dengan cara meneriakinya sepanjang hari. Berlagak sok kuat dengan cara merusak hubungan ayah dan anak. Berlagak sok kuat dengan cara membuat ibunya menangis terisak. Berlagak sok kuat dengan cara  membuat stress bapaknya. Berlagak sok kuat dengan cara membuat nenek yang mengasuhnya bersedih. Dialah ryzosaurus.

Bagi sebagian dinasaurus, MUNGKIN, hidup adalah kerja keras. Kerja keras untuk membuat istrinya tersenyum. Kerja keras untuk membuat anak-anaknya ceria. Kerja keras untuk membuat keluarganya akur. Kerja keras untuk membuat orang lain merasa bahagia. Meski sakit, dia tetap bekerja keras dan bersabar demi semua orang yang dicintainya. Dialah patherosaurus.

Bagi sebagian dinasurus, MUNGKIN, hidup adalah kebohongan. Membohongi suaminya untuk hal-hal yang tak penting. Membohongi anak-anak mereka dengan cara yang sama. Membohongi orang lain untuk kebaikan anak-anaknya. Dialah matherosaurus.

Tynosaurus, dynosaurus, amynosaurus, ryzosaurus, patherosaurus & matherosaurus adalah satu keluarga. Hidup dalam atap yang sama. Saat ini, sikap mereka terkecuali patherosaurus adalah sikap negatif yang tumbuh dari lingkungan yang tidak mendukung. Amynosaurus, sebagai seorang calon penerus keluarga berusaha untuk mengubah semua. Dia tidak ingin kerja keras patherosaurus berakhir dengan sia-sia. Dia ingin pathersaurus tersenyum bahagia disisa akhir hidupnya melilhat buah kerja kerasnya yang begitu manis.

Senin, 12 Agustus 2013

I just wanna SAY

Tidak ada kata yang terlambat,
I just wanna say

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SELAMAT MERAYAKAN HARI RAYA IDUL FITRI  :)

Reuni

Kamu sangat berarti, istimewa dihati, slamanya rasa ini. 
Bila kita tua nanti tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini.
=Project Pop=

Satu minggu belakangan ini, saya "reunian" dengan teman teman semasa SMA. Mungkin lebih tepatnya disebut dengan pertemuan tak disengaja. Haha. Agak kaget juga melihat mereka yang cukup berubah drastis jika dibandingkan dengan  masa SMA dulu. Saya kira wajar, kita hidup mengalami proses. Proses itu bisa mengubah kita ke arah yang lebih baik bahkan juga bisa sebaliknya. 

Saat pergi ke pantai Kamali, salah satu public place yang ada dikotaku, saya bertemu dengan teman saya ketika duduk di bangku SMA. Saya kaget, karena melihatnya berjalan seorang wanita muda yang berbadan dua. Kami pun bertegur sapa. Tak lama. Tak lupa ia mengenakan wanita yang ada disampingnya, yang tak lain dan tak bukan adalah istri sahnya. Kapan nikahnya? Wajar saja saya tak tahu, maklum terlalu lama merantau dikampung orang. Kabar menggembirakan, istrinya saat ini sedang memasuki bulan ke tujuh kehamilannya. Selamat ya. Semoga anaknya, jadi anak yang soleh dan berbakti pada orang tua.

Reuni kedua, ketika pergi mencari 'cakar' di pasar tradisional Wameo. Ditengah teriknya matahari, dan padatnya manusia yang mengunjungi pasar, mata kami siaga menscan pakaian murah nan bermutu yang digelar diatas tikar diiringi teriakan penjual baik dengan suara alami atau dengan bantuan pengeras suara. Saat itu mata saya tertumbuk pada sosok laki-laki yang berjalan diiringi empat orang cewek yang masih muda-muda. Saat itu saya belum sadar, sebaliknya pikirannya saya menunjukan sinyal negatif gara-gara perangainya yang saya anggap tidak pantas itu. Tiba-tiba... Otak saya mulai merespon. Orang yang ada didepan saya ini adalah kenalan saya. Dan dia adalah teman satu kelas waktu di bangku SMA. Saya pun menyapanya. Ternyata dia juga hampir lupa denganku dikarenakan janggut dan kumis yang saya biarkan tumbuh tidak terawat di wajahku. Setelah basa basi sedikit, kami berpisah, mengejar misi yang belum tuntas. Baju cakar.

Malam ini, ketika mengantar kakak ke mini market, dipelataran parkir mini market, saya bertemu lagi dengan teman lama. Teman SMA lagi. Sepertinya dia lupa nama saya dan mengira saya orang lain. Agak kikuk juga jadinya. Hahaha. Setelah bincang-bincang sedikit tentang prospek pekerjaan & bla bla bla dia meminta nomor handphone & nama lengkap saya beserta titlenya (?). Ada apa gerangan. Oh, ternyata ada kabar bahagia, rencananya dia akan melepas masa lajangnya selesai lebaran Idul Adha. Selamat ya. Semoga jadi keluarga yang sakinah, mawadah warahma. 
source : here

m.e.

Jika ada yang bertanya siapa kau, jawaban apa yang kan kau berikan?

Agak nonsens, jika kau sendiri tidak tahu siapa dirimu. tapi faktanya, kita (saya) memang tidak begitu mengenal diri saya sendiri. begitu sulit rasanya untuk mengungkapkan seperti apa diri kita yang sebenarnya. apa yang kita tahu tentang diri kita adalah sebatas apa yang orang lihat atau apa yang mereka bilang. kata nenek saya, kata bibi saya, kata om saya, kata sahabat saya, kata dosen saya, dan masih banyak lagi kata-kata yang lainnya. Sehingga kita kita membuat sebuah definisi tentang siapa 'aku', jawaban yang terbangun tersusun dari opini-opini orang lain, bukan murni dari apa yang kita pikirkan. 

source : here