Kembali Lagi Menulis
Saya suka menulis. Iya saya suka menulis. Dipesawat saya menulis. Di masjid pun saya menulis. Apa yang ada dalam pikiranku, kutuliskan dalam sebuah aplikasi catatan yang ada di gawai saya. Itu dulu. Entah zaman kapan. Sekarang udah jarang kali saya menulis. Sekarang mencoba kembali menulis. Entah ada angin apa hingga aku teringat dengan blogger, website yang sering aku buka zaman mahasiswa, untuk menulis segala unek-unek kehidupan di dunia.
Salah satu trik menulis adalah menulis aja. Tulis semua yang ingin engkau sampaikan, apa yang engkau pikirkan, apa yang tiba-tiba terlintas. Tulis dan jangan revisi kecuali kesalahan mengetik. Biarkan otakmu mengeksplorasi alam bawah sadar menciptakan apapun yang bisa ditulis.
Dulu saya punya wadah blog ketika masih kuliah. Dulu, pengalaman travelling ku luapkan disana. Udah banyak cerita. Tapi ketidakkonsisten membuat blog itu mati dan semua yang pernah kutuliskan hilang. Lupa nama blognya, cuma beberapa tahun silam, saya kembali membuat blog baru. Namanya artbaiqa.blogspot.com. Inilah dia blognya.
Selain blog, saya juga menulis di facebook. Ada salah satu tulisan yang jadi panutanku. Catatan Harian Dahlan Iskan. Pak DI tiap hari menulis dan tulisannya itu berubah menjadi blog. Dan kini jadi portal bahkan media sendiri. Sampai hari ini diwebsitenya, ada rubrik sendiri tentang catatan Harian Dahlan Iskan yang diupdate sampai hari ini. Tiap hari pasti ada satu tulisan. Hebat sekali konsistensinya. Mirip dengan tulisan uda Ivan Lanin, yang setiap hari disiplin menulis di microblog Medium.com.
Membuat tulisan memang membuat pikiran menjadi lebih segar. Beberapa ahli malah menyarankan terapi menulis untuk masalah kesehatan mental yang saat ini menjamur diberbagai kalangan. Ketika menulis, hormon stres bisa ditekan oleh hormon kreativitas.
Kadangkala ketika memulai sebuah tulisan, sangat sulit seolah ada sebuah dinding tembok besar tinggi menghadang. Tapi jika sudah memulai, rasa-rasanya, tembok besar itu bisa kita runtuhkan. Bukan hari ini, tapi semua akan berproses dan akan tiba masanya tembok itu runtuh, dan kita akan merasakan kenyamanan saat menulis. Bahkan ada rasa menyesal jika tidak menulis dalam satu hari.
Harapan saya, bisa kembali menghidupkan blog saya ini. Gak muluk-muluk dapat adsanse, tapi jika dapat juga, kenapa tidak. Mungkin dengan menulis, bisa membuat hidup menjadi lebih berarti. Jika ada pembaca yang kebetulan tersesat diblog ini, dan mendapatkan insight dari tulisan-tulisan ini, alhamdulillah.
Dari kontrakan Medan
17 Maret 2026


Komennya dulu ee...