Kerandoman KMP
![]() |
| Foto oleh Sirirak Boonruangjak |
-----------
Tidak terasa sisa beberapa hari lagi, kita akan meninggalkan bulan Maret. Hari ini mulai masuk kantor setelah libur sepekan. Bulan ramadhan telah dilewati, hari raya Idul Fitri pun sudah dirayakan. Hari baru tentu saja diawali dengan semangat baru. Pagi ini jalanan lancar. Kurang dari setengah jam saya sudah tiba dikantor dengan motor kebanggaan saya, si Space. Kerjaan mulai dicicil. Mulai dari penataan berkas dalam laptop dan juga laporan-laporan yang tertinggal.
Bicara tentang penataan berkas, saya tipikal manusia yang suka dengan ketidakteraturan. File file kerjaan kusimpan secara random. Rute yang kulalui saat ke kantor pun pemilihannya diluar rute yang pada umumnya diambil oleh orang lain. Orang milih jalan besar, saya milih jalan memutar pinggir sungai. Saya juga suka membeli barang-barang secara acak. Mulai dari Iphone tipe lawas sampai tablet baca e-reader yang orang gak pernah pikirkan. Begitu juga dengan pernikahan. Saya memilih menikah dengan orang Sumatera Utara yang begitu jauh dari kampung asal saya di Sulawesi Tenggara. Tapi kan jodoh ya? :)
Nah ternyata kerandoman saya ini pun berimbas pada tata letak arsip di dalam perangkat laptop saya. Maka dari itu, memanfaatkan arahan dari ChatGPT saya mulai menata kembali file-file saya. Folder disusun sedemikian rupa, sehingga memudahkan pencarian. Begitupula penamaan filenya. Sangat terbantu dengan teknologi AI zaman sekarang. Coba bayangkan jika ini terjadi sebelum tahun 2000-an misalnya. Untuk hal-hal seperti ini kita harus bertanya kepada arsiparis. Atau minimal mengikuti kursus singkat terkait dengan kearsipan. Sekarang, tinggal ngetikin perintah, kita langsung diberi tips dan trik yang langsung bisa dipraktikan saat itu juga. Meskipun sangat memudahkan, eksekusinya tentu saja membutuhkan energi yang membuat lambung keroncongan.
Lambung yang kosong mulai mengirimkan sinyal-sinyal ke otak. Dan hasilnya saya jadi gak fokus untuk melanjutkan pekerjaan. Makan siang dalam proses pengantaran. Terima kasih kepada teman-teman OB yang siap sedia membantu membelikan makan siang diluar. Padahal cuacanya sangat panas terik. Beberapa hari belakangan memang cuaca di kota Medan lagi panas-panasnya. Bahkan ketika waktu sudah menunjukan pukul 6.30 sore, alam masih terlihat terang benderang. Berita baiknya, dengan cuaca seterik ini, gak mungkin kita kebanjiran. Sudah cukup bencana banjir beberapa bulan yang lalu, dimana begitu banyak korban baik korban jiwa maupun korban harta benda. Pun dampaknya masih bisa dirasakan oleh warga sampai hari ini. Saya rasa pemerintah belum begitu optimal dalam penangananan bencana yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh kemarin. Makanya, melihat program-program lain seperti MBG atau KMP, agak-agak gimana memikirkan keberlanjutannya.
Bicara tentang KMP atau Koperasi Merah Putih, hari ini saya membaca dua artikel menarik yang mengulas terkait program ini. Artikel ini ditulis oleh penulis yang sama-sama hebat. Yang satu mantan pemilik Media Grup terbesar di Indonesia. Sementara yang satu lagi, penulis buku best seller yang karyanya memenuhi toko buku terbesar di Indonesia. Nah menariknya, artikel tersebut ditulis dengan POV yang bertolak belakang. Yang satu pro dan satunya lagi kontra. Saya sendiri cenderung kontra dengan program-program yang dicanangkan oleh Pemerintah saat ini. Karena ya sudahlah. Sudah terlalu banyak yang mengulas diluar sana. Dan sebagian besar kurang setuju dan dinilai lebih menguntungkan pihak tertentu dibandingkan masyarakat sendiri. Aduh kok jadi bahas ini, jadi kepikiran.
Mumpun hari ini mood saya lagi baik, gak mau dirusak oleh pemikiran-pemikiran kondisi politik saat ini. Ada orang-orang yang memang diberi kemampuan menganalisa program-program pemerintah, entah itu baik ataupun buruk. Saya mau mode kalem aja hari ini.
Ditulis dalam kubikel kerja
25 Maret 2026


Komennya dulu ee...