Kembali Lagi Menulis

18.37 0 Comments A+ a-

 


Saya suka menulis. Iya saya suka menulis. Dipesawat saya menulis. Di masjid pun saya menulis. Apa yang ada dalam pikiranku, kutuliskan dalam sebuah aplikasi catatan yang ada di gawai saya. Itu dulu. Entah zaman kapan. Sekarang udah jarang kali saya menulis. Sekarang mencoba kembali menulis. Entah ada angin apa hingga aku teringat dengan blogger, website yang sering aku buka zaman mahasiswa, untuk menulis segala unek-unek kehidupan di dunia. 

Salah satu trik menulis adalah menulis aja. Tulis semua yang ingin engkau sampaikan, apa yang engkau pikirkan, apa yang tiba-tiba terlintas. Tulis dan jangan revisi kecuali kesalahan mengetik. Biarkan otakmu mengeksplorasi alam bawah sadar menciptakan apapun yang bisa ditulis. 

Dulu saya punya wadah blog ketika masih kuliah.  Dulu, pengalaman travelling ku luapkan disana. Udah banyak cerita. Tapi ketidakkonsisten membuat blog itu mati dan semua yang pernah kutuliskan hilang. Lupa nama blognya, cuma beberapa tahun silam, saya kembali membuat blog baru. Namanya artbaiqa.blogspot.com. Inilah dia blognya. 

Selain blog, saya juga menulis di facebook. Ada salah satu tulisan yang jadi panutanku. Catatan Harian Dahlan Iskan. Pak DI tiap hari menulis dan tulisannya itu berubah menjadi blog. Dan kini jadi portal bahkan media sendiri. Sampai hari ini diwebsitenya, ada rubrik sendiri tentang catatan Harian Dahlan Iskan yang diupdate sampai hari ini. Tiap hari pasti ada satu tulisan. Hebat sekali konsistensinya. Mirip dengan tulisan uda Ivan Lanin, yang setiap hari disiplin menulis di microblog Medium.com. 

Membuat tulisan memang membuat pikiran menjadi lebih segar. Beberapa ahli malah menyarankan terapi menulis untuk masalah kesehatan mental yang saat ini menjamur diberbagai kalangan. Ketika menulis, hormon stres bisa ditekan oleh hormon kreativitas. 

Kadangkala ketika memulai sebuah tulisan, sangat sulit seolah ada sebuah dinding tembok besar tinggi menghadang. Tapi jika sudah memulai, rasa-rasanya, tembok besar itu bisa kita runtuhkan. Bukan hari ini, tapi semua akan berproses dan akan tiba masanya tembok itu runtuh, dan kita akan merasakan kenyamanan saat menulis. Bahkan ada rasa menyesal jika tidak menulis dalam satu hari. 

Harapan saya, bisa kembali menghidupkan blog saya ini. Gak muluk-muluk dapat adsanse, tapi jika dapat juga, kenapa tidak. Mungkin dengan menulis, bisa membuat hidup menjadi lebih berarti. Jika ada pembaca yang kebetulan tersesat diblog ini, dan mendapatkan insight dari tulisan-tulisan ini, alhamdulillah. 

Dari kontrakan Medan
17 Maret 2026

Ngantuk

18.20 0 Comments A+ a-

 


Ngantuk, malas, tidak bersemangat. Itulah yang kurasakan saat ini. Tapi kerja harus dijalani. Kan gak enak kalau dicap makan gaji buta. Gak berkah nanti hidupnya. Well, sebenarnya hari ini saya sudah kerja. Dimulai dengan acara pendampingan presentasi Monitoring dan Evaluasi Komite Informasi Pusat Sumatera Utara bersama rekan saya Hafizam. Dilanjutkan dengan acara tidur siang di musholah. Oh iya pagi ini saya sudah mengisi rekap BBB yang didaerah. Padahal PIC di kantor pusat gak begitu peduli dengan laporan ini. Kalau saya gak ngingatin, pasti gak diingat juga. Herman saya. Siang ini karna begitu gabutnya saya membaca sebuah artikel di sebuah situs yang menurut saya sangat baik dari sisi UI/UX. Hal yang bikin emosi ketika membaca sebuah artikel di website adalah pop up iklan. Itu ibarat ketika kita lagi asyik boker, tiba-tiba ada orang lain ngetuk pintu dengan keras, karena kebelet juga. Seperti itulah gambaran betapa mengganggunya iklan pada artikel berita. Dan didunia media online hal tersebut dianggap lumrah. Dikarenakan salah satu pendapatannya bersumber dari iklan. Tidak heran, jika sekarang ‘hama’ itu bisa dihilangkan jika menjadi member dengan membayar tiap bulan. Akal-akalan yang pantas diacungi jempol. 

Balik lagi pada tampilan artikel di website itu. Nama websitenya adalah moyangbay.co.id. Ini adalah situs yang berfokus pada artikel-artikel tentang lingkungan hidup. Tapi makin kesini, ragam artikelnya menjadi lebih variatif. Kenapa UI/UX nya keren. Karena gak ada iklan. Usut punya usut, pendanaan website ini bersumber dari donasi. Bisa saja dari organisasi lingkungan dunia atau dari para filantropis di penjuru dunia mana, yang gak tahu uangnya mau dihabiskan buat apa. Sangat sulit untuk mencara website sejenis diera yang penuh dengan distruksi iklan. Saya ingat, ketika masih kecil, eh masih kuliah, saya sangat suka membaca artikel-artikel bergendre traveling. Ah, saya lupa namanya. Dua ransel atau Malesbanget.com. Iya benar malesbanget.com. Website ini foundernya orang terkenal. Istrinya cantik, artis dan penyanyi. Walaupun suaranya agak gimana gtu. Website ini dipenuhi artikel yang lucu-lucu tapi edukatif. Mirip-mirip mojok.co kalau sekarang. Bedanya diwebsite ini ada fitur video traveling. Yang paling digandrungi adalah jalan-jalan men yang dibintangi oleh Jebrau dan Naya. Saya gak tahu kabar Jebrau saat ini. Tapi kalau Naya saya tahu. Dia gak ngasih tahu saya sih. Cuma kemarin ketika nonton film Komang, baru nyadar, ternyata sutradaranya adalah Naya, Naya si jalan-jalan Men. 

Wah tidak terasa artikelnya udah lebih dari 300 kata. padahal ngetiknya belum 10 menit. Juara sih. Cuma daripada ngantuk gak jelas, gak ada faedahnya, mending ngobrok bareng keyboard. Entah apa yang diketikan. Tapi ini merupakan latihan yang sangat baik untuk menstimulasi pikiran bawah sadar kita. Sangat random tapi banyak hal yang awalnya udah kependam, jadi teringat kembali. 

Kubikel ruang kerja di jalan karya
20 Agustus 2025