Sakit Sakitan

 

Foto oleh Ir Solyanaya

--------


Kemarin aku dilanda demam. Suhunya mencapai 108 F kalau diukur pakai termometer digital yang ada rumah. Bukannya mau jadi orang Amerika, gak mau pakai ukuran derajat Celcius, tapi settingan termometernya berubah gara-gara tangan jahil anakku. Udah cari referensi dimana-mana, tapi tetap skalanya gak berubah. Jadi buat ngakalinnya, tiap kali ngukur suhu badan, selain menyiapkan termometernya, tapi juga harus disiapkan aplikasi chatGPT. Biar gak perlu hitung manual di kertas, seperti zaman SMP. Pusing kali kalau harus menghitung menggunakan rumus °C = (°F - 32) × 5/9.

Belakangan ini saya sering sakit. Hampir tiap bulan. Bulan Ramadhan kemarin pun sempat sakit, sehingga harus batal puasa selama 2 hari. Sakitnya macam-macam. Kadang batuk, kadang sakit kepala, kadang demam, yang paling gak enak kalau asam lambung saya kumat. Entah apa yang terjadi pada organ lambung saya ini. Padahal sudah diperiksa juga ke negara tetangga. Tapi hasilnya nihil. Saat konsultasi dengan dokter spesialis disana terkait berat badan yang turun drastis, dia bilang it’s good.. diet is good for your health.  Diet apanya. Saya tipikal orang pemakan semua. Makan ya makan aja. Istri saya sempat sedih. Udah masak banyak, pun udah dimakan juga suaminya. Tapi timbangan suami tak kunjung naik. Sedih kalau mendengar ucapan tetangga tentang suaminya yang kurus. Kayak gak pernah dikasih makan. 

Bulan ramadhan ini memang membawa berkah bagi semua. Terutama buat kaum perempuan yang ingin menurunkan badannya tanpa harus mengkonsumsi obat-obat aneh atau harus menghabiskan keringat di gym. Aktivitas puasa membantu penurunan berat badan secara alami. Berat badan ideal dapat, ibadahnya pun juga dapat. Dan itu terbukti. Istri saya turun berat badannya sekitar 5-6 kg. Bahagianya bukan main. Tapi istri saya kembali bersedih menghadapi kenyataan bahwa tidak hanya dia yang turun berat badannya. Tapi suaminya juga.  Hehe 

Karena demam, semalam saya pun tidur dengan menggunakan amunisi yang tidak main-main. Baju dua lapis. Celana panjang training. Penutup kepala. Dan tidak lupa sarung dan kaos kaki. Outfit ini mengingatkanku pada almarhum bapak. Saya tidak ingat tepatnya bapak sakit apa. Tapi yang membekas diingatan, tiap kali bapak sakit, pasti bapak menggunakan pakaian yang tebal. Kadang-kadang saya diminta untuk mengkompres punggung atau perut beliau dengan air panas. Dan sendawa-sendawa bapak saat sakit mengingatkanku akan kondisiku saat ini. 

Jadi terpikir, apa asam lambung itu genetik? Wallahu a’lam

Kerandoman KMP

Foto oleh Sirirak Boonruangjak


-----------

Tidak terasa sisa beberapa hari lagi, kita akan meninggalkan bulan Maret. Hari ini mulai masuk kantor setelah libur sepekan. Bulan ramadhan telah dilewati, hari raya Idul Fitri pun sudah dirayakan. Hari baru tentu saja diawali dengan semangat baru. Pagi ini jalanan lancar. Kurang dari setengah jam saya sudah tiba dikantor dengan motor kebanggaan saya, si Space. Kerjaan mulai dicicil. Mulai dari penataan berkas dalam laptop dan juga laporan-laporan yang tertinggal.  

Bicara tentang penataan berkas, saya tipikal manusia yang suka dengan ketidakteraturan. File file kerjaan kusimpan secara random. Rute yang  kulalui saat ke kantor pun pemilihannya diluar rute yang pada umumnya diambil oleh orang lain. Orang milih jalan besar, saya milih jalan memutar pinggir sungai. Saya juga suka membeli barang-barang secara acak. Mulai dari Iphone tipe lawas sampai tablet baca e-reader yang orang gak pernah pikirkan.  Begitu juga dengan pernikahan. Saya memilih menikah dengan orang Sumatera Utara yang begitu jauh dari kampung asal saya di Sulawesi Tenggara. Tapi kan jodoh ya? :) 

Nah ternyata kerandoman saya ini pun berimbas pada tata letak arsip di dalam perangkat laptop saya. Maka dari itu, memanfaatkan arahan dari ChatGPT saya mulai menata kembali file-file saya. Folder disusun sedemikian rupa, sehingga memudahkan pencarian. Begitupula penamaan filenya. Sangat terbantu dengan teknologi AI zaman sekarang. Coba bayangkan jika ini terjadi sebelum tahun 2000-an misalnya. Untuk hal-hal seperti ini kita harus bertanya kepada arsiparis. Atau minimal mengikuti kursus singkat terkait dengan kearsipan. Sekarang, tinggal ngetikin perintah, kita langsung diberi tips dan trik yang langsung bisa dipraktikan saat itu juga. Meskipun sangat memudahkan, eksekusinya tentu saja membutuhkan energi yang membuat lambung keroncongan. 

Lambung yang kosong mulai mengirimkan sinyal-sinyal ke otak. Dan hasilnya saya jadi gak fokus untuk melanjutkan pekerjaan. Makan siang dalam proses pengantaran. Terima kasih kepada teman-teman OB yang siap sedia membantu membelikan makan siang diluar. Padahal cuacanya sangat panas terik. Beberapa hari belakangan memang cuaca di kota Medan lagi panas-panasnya. Bahkan ketika waktu sudah menunjukan pukul 6.30 sore, alam masih terlihat terang benderang.  Berita baiknya, dengan cuaca seterik ini, gak mungkin kita kebanjiran. Sudah cukup bencana banjir beberapa bulan yang lalu, dimana begitu banyak korban baik korban jiwa maupun korban harta benda. Pun dampaknya masih bisa dirasakan oleh warga sampai hari ini. Saya rasa pemerintah belum begitu optimal dalam penangananan bencana yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara dan Aceh kemarin. Makanya, melihat program-program lain seperti MBG atau KMP, agak-agak gimana memikirkan keberlanjutannya. 

Bicara tentang KMP atau Koperasi Merah Putih, hari ini saya membaca dua artikel menarik yang mengulas terkait program ini.  Artikel ini ditulis oleh penulis yang sama-sama hebat. Yang satu mantan pemilik Media Grup terbesar di Indonesia. Sementara yang satu lagi, penulis buku best seller yang karyanya memenuhi toko buku terbesar di Indonesia. Nah menariknya, artikel tersebut ditulis dengan POV yang bertolak belakang. Yang satu pro dan satunya lagi kontra. Saya sendiri cenderung kontra dengan program-program yang dicanangkan oleh Pemerintah saat ini. Karena ya sudahlah. Sudah terlalu banyak yang mengulas diluar sana. Dan sebagian besar kurang setuju dan dinilai lebih menguntungkan pihak tertentu dibandingkan masyarakat sendiri. Aduh kok jadi bahas ini, jadi kepikiran. 

Mumpun hari ini mood saya lagi baik, gak mau dirusak oleh pemikiran-pemikiran kondisi politik saat ini. Ada orang-orang yang memang diberi kemampuan menganalisa program-program pemerintah, entah itu baik ataupun buruk. Saya mau mode kalem aja hari ini.

Ditulis dalam kubikel kerja
25 Maret 2026

Mudik ke Rumah Sakit

Hari kedua lebaran kami mudik ke kampung istri. Udah jadi ritual tiap tahunnya. Nama daerahnya Serdang Bedagai, daerah pemekaran kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Syukur alhamdulillah tahun ini kami bisa ke kampung mengendarai mobil sendiri. Meskipun mobil bekas, tapi kami gak ngutang. Lebih nyaman sih makainya. 

Teringat beberapa tahun silam, saat kami mudik, saat itu naik mobil mertua. Disopiri pula sama orang lain, karena saya enggan membawa kendaraan yang bukan punya sendiri. Saat itu perasaan saya bercampur aduk antara sedih dan kesal. Saya berdoa semoga kami diberikan kelimpahan rejeki untuk bisa membeli kendaraan roda empat untuk keluarga tercinta. Alhamdulillah saat ini sudah terealisasi. Bahagianya bukan kepalang. 

Perjalanan ke kampung ternyata tidak seindah yang direncanakan. Kami dikabari sanak keluarga disana, mbah Legini (nenek istri) terkena gejala stroke sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Akhirnya kami gak jadi kerumah ke kampung, tapi banting stir ke rumah sakit yang ada dikampung. Mbah dirawat di kamar yang dinamai nama-nama bunga. Entah, akupun lupa namanya. Ruangannya yang masih teringat. Entah kenapa. Mungkin karena satu bed  satu room satu pasien. Sehingga begitu nyaman, pasien di besuk satu rombongan dari Medan. 

Mbah dijaga oleh Pale, anak bungsunya yang sudah beristri. Pun sudah punya anak. Anaknya banyak, tahun ini si lanang akan masuk pendidikan tentara. 

Saat ditanya mbah seperti pasien Alzheimer. Susah mengingat nama-nama menantu, cucu apalagi cicitnya yang datang berkunjung. Saat melihatnya terbaring tak berdaya di ranjang, saya teringat wajahnya persis almarhum nenek saya yang ada di Baubau. Sempat terpikir, apa jangan-jangan mereka bersaudara. Bagiamana jika benar? Berarti saya dan istri masih ada ikatan keluarga dong. 

Medan, 22 Maret 2026
Di atas ranjang pojok kamar




Kembali Lagi Menulis

 


Saya suka menulis. Iya saya suka menulis. Dipesawat saya menulis. Di masjid pun saya menulis. Apa yang ada dalam pikiranku, kutuliskan dalam sebuah aplikasi catatan yang ada di gawai saya. Itu dulu. Entah zaman kapan. Sekarang udah jarang kali saya menulis. Sekarang mencoba kembali menulis. Entah ada angin apa hingga aku teringat dengan blogger, website yang sering aku buka zaman mahasiswa, untuk menulis segala unek-unek kehidupan di dunia. 

Salah satu trik menulis adalah menulis aja. Tulis semua yang ingin engkau sampaikan, apa yang engkau pikirkan, apa yang tiba-tiba terlintas. Tulis dan jangan revisi kecuali kesalahan mengetik. Biarkan otakmu mengeksplorasi alam bawah sadar menciptakan apapun yang bisa ditulis. 

Dulu saya punya wadah blog ketika masih kuliah.  Dulu, pengalaman travelling ku luapkan disana. Udah banyak cerita. Tapi ketidakkonsisten membuat blog itu mati dan semua yang pernah kutuliskan hilang. Lupa nama blognya, cuma beberapa tahun silam, saya kembali membuat blog baru. Namanya artbaiqa.blogspot.com. Inilah dia blognya. 

Selain blog, saya juga menulis di facebook. Ada salah satu tulisan yang jadi panutanku. Catatan Harian Dahlan Iskan. Pak DI tiap hari menulis dan tulisannya itu berubah menjadi blog. Dan kini jadi portal bahkan media sendiri. Sampai hari ini diwebsitenya, ada rubrik sendiri tentang catatan Harian Dahlan Iskan yang diupdate sampai hari ini. Tiap hari pasti ada satu tulisan. Hebat sekali konsistensinya. Mirip dengan tulisan uda Ivan Lanin, yang setiap hari disiplin menulis di microblog Medium.com. 

Membuat tulisan memang membuat pikiran menjadi lebih segar. Beberapa ahli malah menyarankan terapi menulis untuk masalah kesehatan mental yang saat ini menjamur diberbagai kalangan. Ketika menulis, hormon stres bisa ditekan oleh hormon kreativitas. 

Kadangkala ketika memulai sebuah tulisan, sangat sulit seolah ada sebuah dinding tembok besar tinggi menghadang. Tapi jika sudah memulai, rasa-rasanya, tembok besar itu bisa kita runtuhkan. Bukan hari ini, tapi semua akan berproses dan akan tiba masanya tembok itu runtuh, dan kita akan merasakan kenyamanan saat menulis. Bahkan ada rasa menyesal jika tidak menulis dalam satu hari. 

Harapan saya, bisa kembali menghidupkan blog saya ini. Gak muluk-muluk dapat adsanse, tapi jika dapat juga, kenapa tidak. Mungkin dengan menulis, bisa membuat hidup menjadi lebih berarti. Jika ada pembaca yang kebetulan tersesat diblog ini, dan mendapatkan insight dari tulisan-tulisan ini, alhamdulillah. 

Dari kontrakan Medan
17 Maret 2026

Ngantuk

 


Ngantuk, malas, tidak bersemangat. Itulah yang kurasakan saat ini. Tapi kerja harus dijalani. Kan gak enak kalau dicap makan gaji buta. Gak berkah nanti hidupnya. Well, sebenarnya hari ini saya sudah kerja. Dimulai dengan acara pendampingan presentasi Monitoring dan Evaluasi Komite Informasi Pusat Sumatera Utara bersama rekan saya Hafizam. Dilanjutkan dengan acara tidur siang di musholah. Oh iya pagi ini saya sudah mengisi rekap BBB yang didaerah. Padahal PIC di kantor pusat gak begitu peduli dengan laporan ini. Kalau saya gak ngingatin, pasti gak diingat juga. Herman saya. Siang ini karna begitu gabutnya saya membaca sebuah artikel di sebuah situs yang menurut saya sangat baik dari sisi UI/UX. Hal yang bikin emosi ketika membaca sebuah artikel di website adalah pop up iklan. Itu ibarat ketika kita lagi asyik boker, tiba-tiba ada orang lain ngetuk pintu dengan keras, karena kebelet juga. Seperti itulah gambaran betapa mengganggunya iklan pada artikel berita. Dan didunia media online hal tersebut dianggap lumrah. Dikarenakan salah satu pendapatannya bersumber dari iklan. Tidak heran, jika sekarang ‘hama’ itu bisa dihilangkan jika menjadi member dengan membayar tiap bulan. Akal-akalan yang pantas diacungi jempol. 

Balik lagi pada tampilan artikel di website itu. Nama websitenya adalah moyangbay.co.id. Ini adalah situs yang berfokus pada artikel-artikel tentang lingkungan hidup. Tapi makin kesini, ragam artikelnya menjadi lebih variatif. Kenapa UI/UX nya keren. Karena gak ada iklan. Usut punya usut, pendanaan website ini bersumber dari donasi. Bisa saja dari organisasi lingkungan dunia atau dari para filantropis di penjuru dunia mana, yang gak tahu uangnya mau dihabiskan buat apa. Sangat sulit untuk mencara website sejenis diera yang penuh dengan distruksi iklan. Saya ingat, ketika masih kecil, eh masih kuliah, saya sangat suka membaca artikel-artikel bergendre traveling. Ah, saya lupa namanya. Dua ransel atau Malesbanget.com. Iya benar malesbanget.com. Website ini foundernya orang terkenal. Istrinya cantik, artis dan penyanyi. Walaupun suaranya agak gimana gtu. Website ini dipenuhi artikel yang lucu-lucu tapi edukatif. Mirip-mirip mojok.co kalau sekarang. Bedanya diwebsite ini ada fitur video traveling. Yang paling digandrungi adalah jalan-jalan men yang dibintangi oleh Jebrau dan Naya. Saya gak tahu kabar Jebrau saat ini. Tapi kalau Naya saya tahu. Dia gak ngasih tahu saya sih. Cuma kemarin ketika nonton film Komang, baru nyadar, ternyata sutradaranya adalah Naya, Naya si jalan-jalan Men. 

Wah tidak terasa artikelnya udah lebih dari 300 kata. padahal ngetiknya belum 10 menit. Juara sih. Cuma daripada ngantuk gak jelas, gak ada faedahnya, mending ngobrok bareng keyboard. Entah apa yang diketikan. Tapi ini merupakan latihan yang sangat baik untuk menstimulasi pikiran bawah sadar kita. Sangat random tapi banyak hal yang awalnya udah kependam, jadi teringat kembali. 

Kubikel ruang kerja di jalan karya
20 Agustus 2025