Laman

Senin, 14 Agustus 2017

Perihal Bully


DISCLAIMER ; TULISAN INI BERSIFAT OPINI PRIBADI TANPA BERMAKSUD MENYINGGUNG PIHAK MANAPUN. APABILA ADA KESAMAAN TOKOH YANG TERTUANG DALAM TULISAN INI, MOHON DIMAAFKAN. KARENA MEMAAFKAN JAUH LEBIH BIJAK DARIPADA MEMINTA MAAF. 0x0

Lagi-lagi kita harus mengakui kebijakan dan kebijaksanaan para tetuah yang bisa mengelaborasi kata-kata dalam bentuk pepatah. Singkat tapi sarat makna. Salah satunya seperti ini, gajah dipelupuk mata gak nampak tapi kuman diseberang lautan tampak begitu jelas. Jika dihubungkan dengan perihal bully, kita atau bisa saya sebut para manusia terpelajar kekinian yang sering wara-wiri dunia sosmed begitu intens mengecam kegiatan bully ini.  Tidak manusiawilah. Kasarlah. Manusia rendah. Dan banyak bunyi yang bergaung menyatakan ketidaksetujuan tentang prilaku yang satu ini. Tapi sadar gak sadar, dalam porsi yang mungkin terbilang kecil, kita pun kadang melakukan bully. Maksud hati bercanda namun tersirat aksi bully. Dan ini sering loh kita lakukan tanpa terdeteksi oleh hati nurani kita. Misal di grup sosmed, ada kawan memosting sesuatu. Kawan lain tiba-tiba menimpali dengan statemen yang agak mengganggu. Kawan yang lain pun ikut nimbrung dan berujung pada memojokan sikawan yang posting pertama tadi. Situasinya mungkin dipenuhi rasa keakraban, ketawa-ketiwi, dan cengengesan. Tapi apa kita terketuk dalam sanubari kita bahwanya ini pun bully. Contoh lain : seorang stakeholder mengeluarkan kebijakan  'sesuatu' dengan alasan untuk rakyat bla bla bla.  Berita ini kemudian menjadi sorotan media dan para netizen mulai berkomentar. Ada yang setuju tapi lebih banyak yang menyindir. Kita yang mungkin tidak sepaham dengan kebijakan itu pun ikutan nimbrung dengan para netizen negatif ini. Mengeluarkan chit chat yang bersifat menyalahkan tanpa ada solusi yang ditawarkan. Bukankah ini juga kategori bully? Saya sendiri tidak sesuci 'orang suci' yang dalam bermedsos murni tanpa ada cela. Tidak. Saya pun masih dalam proses belajar untuk bisa bersikap lebih baik. Berproses untuk menjadi manusia yang tidak sekedar omong besar berucap TOLAK BULLY tapi juga sinergi dengan sikap dan tindakan tidak melakukan bully ke orang lain. Pada akhirnya ingat bicara orang tua. Memang agak terdengar kuno dimata anak kekinian tapi itulah yang terbaik. 

Cempaka Putih, 15 Agustus 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komennya dulu ee...