Laman

Kamis, 17 Agustus 2017

Catatan Si Juru Foto


DISCLAIMER ; TULISAN INI BERSIFAT OPINI PRIBADI TANPA BERMAKSUD MENYINGGUNG PIHAK MANAPUN. APABILA ADA KESAMAAN TOKOH YANG TERTUANG DALAM TULISAN INI, MOHON DIMAAFKAN. KARENA MEMAAFKAN JAUH LEBIH BIJAK DARIPADA MEMINTA MAAF. 0x0

Semua orang mungkin ditakdirkan menjadi fotografer. Mungkin ya. Beberapa acara Nasional yang saya kunjungi sebagian orang secara misterius bertransformasi menjadi fotografer. Foto sana sini dengan latar belakang backdrop acara. Entah ini didasari oleh bakat terpendam dalam ilmu seni cahaya atau hanya sekedar narsis. Saya hanya berpikir seandainya antusias ini turut dibawa serta pada saat dimulainya acara. Bukannya malah sibuk posting di sosmed  sehingga makna acara gak sampai ke audiens. Yang terjadi adalah dunia maya bertaburan foto-foto selvie atau wifie dengan caption bertajuk acara  tersebut namun isi acara terlupakan. 

Beberapa generasi baby boomers yang belum paham teknis foto pun ikut-ikutan. Bedanya mereka meminta tolong kepada semua orang yang dilehernya tergantung kamera DSLR. Permintaan mereka pun tidak hanya sekedar tolong. Tapi minta dicapture dari berbagai angle yang nihil dari teori Jurnalistik. Malah ada yang langsung mengoreksi ditempat. "Kok muka saya gelap?" atau "Backdropnya gak jelas nih!". Saya hanya bisa mengelus dada dan kamera sambil berucap dalam hati. Sebenarnya wajah dan handphone Anda yang bermasalah. 

Sebagai penutup saya ingin bilang : setiap orang berhak untuk menunjukan eksistensinya melalui foto namun jangan melupakan makna atau konten acara yang ingin dihadiri ya. :) 

17 Agustus 2017
Dicatat ketika menghadiri acara disalah satu kawasan Ancol mendampingi TRIPOD.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komennya dulu ee...